Thursday, April 30, 2015

Kumpulan Cara Lengkap Untuk Deteksi Dini HIV/AIDS

Deteksi Dini HIV
Kuminhat - Pada postingan ini saya akan mencoba membagikan Kumpulan Cara Lengkap Untuk Deteksi Dini HIV/AIDS. Sebelumnya telah dibagikan apa itu HIV, Gejala-gejala HIV, dan Cara Mencegah terkena HIV pada kesempatan ini tidak lupa saya bagikan Bagaimana cara untuk deteksi dini HIV/AIDS. HIV/AIDS sendiri merupakan penyakit yang belum ditemukan obatnya sampai saat ini. Acquired Immunodeficiency Syndrome atau disingkat AIDS merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Jadi kita perlu untuk mengetahui bagaimana cara mendeteksi jika merasa terkena HIV/AIDS.

Deteksi HIV Secara Dini :

Tes HIV sebaiknya dilakukan oleh orang mencurigai dirinya tertular HIV tanpa harus menunggu kemunculan gejala-gejala HIV. Umumnya, virus HIV baru akan terdeteksi dalam tubuh empat minggu setelah terjadi pajanan terhadap virus ini. Tes ini sangat penting karena sebagian pengidap kadang tidak menyadari bahwa di tubuh mereka telah terserang virus HIV.

Daftar Kelompok orang yang dikategorikan berisiko mengidap HIV :
1. Mengidap TB, hepatitis atau penyakit menular seksual seperti herpes, sifilis, klamidia, trikomoniasis, atau gonore.
2. Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
3. Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman seperti kondom dengan orang yang latar belakang seksualnya tidak diketahui dengan pasti.
4. Berhubungan seksual dengan pengguna narkoba.
5. Pernah menyuntikkan obat-obatan atau berbagi alat suntik dengan orang lain.
6. Memiliki ibu yang mengidap HIV.
7. Hamil di luar rencana.
8. Pernah menerima transfusi darah yang kesterilannya diragukan.

Bagaimana Cara Tes Deteksi HIV :

Untuk bisa melakukan Tes Deteksi HIV/AIDS, kita perlu ke rumah sakit atau lembaga memberikan yang memberikan layanan tes HIV.
Paket Tes yang umumnya di berikan adalah :
1. Deteksi infeksi menular seksual (IMS)
2. Konseling sebelum tes HIV
3. Tes HIV
4. dan, Konseling setelah tes HIV.

Terdapat beberapa Jenis Tes Untuk Mendeteksi HIV, antara lain:

1. Tes PCR
Tes reaksi berantai polimerase (PCR) merupakan teknik deteksi berbasis asam nukleat (DNA dan RNA) yang dapat mendeteksi keberadaan materi genetik HIV di dalam tubuh manusia. Tes ini sering pula dikenal sebagai tes beban virus atau tes amplifikasi asam nukleat (HIV NAAT). PCR DNA biasa merupakan metode kualitatif yang hanya bisa mendeteksi ada atau tidaknya DNA virus. Sedangkan, untuk deteksi RNA virus dapat dilakukan dengan metode real-time PCR yang merupakan metode kuantitatif. Deteksi asam nukleat ini dapat mendeteksi keberadaan HIV pada 11-16 hari sejak awal infeksi terjadi. Tes ini biasanya digunakan untuk mendeteksi HIV pada bayi yang baru lahir, namun jarang digunakan pada individu dewasa karena biaya tes PCR yang mahal dan tingkat kesulitan mengelola dan menafsirkan hasil tes ini lebih tinggi bila dibandingkan tes lainnya. Untuk mendeteksi HIV pada orang dewasa, lebih sering digunakan tes antibodi HIV yang murah dan akurat. Seseorang yang terinfeksi HIV akan menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi tersebut.

2. Tes antibodi HIV
Tes antibodi HIV akan mendeteksi antibodi yang terbentuk di darah, saliva (liur), dan urin. Sejak tahun 2002, telah dikembangkan suatu penguji cepat (rapid test) untuk mendeteksi antibodi HIV dari tetesan darah ataupun sampel liur (saliva) manusia. Sampel dari tubuh pasien tersebut akan dicampur dengan larutan tertentu. Kemudian, kepingan alat uji (test strip) dimasukkan dan apabila menunjukkan hasil positif maka akan muncul dua pita berwarna ungu kemerahan. Tingkat akurasi dari alat uji ini mencapai 99.6%, namun semua hasil positif harus dikonfirmasi kembali dengan ELISA. Selain ELISA, tes antibodi HIV lain yang dapat digunakan untuk pemeriksaan lanjut adalah Western blot.

3. dan, Tes antigen HIV.
Tes antigen dapat mendeteksi antigen (protein P24) pada HIV yang memicu respon antibodi. Pada tahap awal infeksi HIV, P24 diproduksi dalam jumlah tinggi dan dapat ditemukan dalam serum darah. Tes antibodi dan tes antigen digunakan secara berkesinambungan untuk memberikan hasil deteksi yang lebih akurat dan lebih awal. Tes ini jarang digunakan sendiri karena sensitivitasnya yang rendah dan hanya bisa bekerja sebelum antibodi terhadap HIV terbentuk.

Jika hasil tes Anda negatif, Anda dapat terus melakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan kondom saat berhubungan seksual dan tidak berbagi alat pribadi seperti jarum suntik. Jika hasil tes Anda positif, Anda dapat segera berkonsultasi untuk mendapatkan terapi yang tepat. Makin cepat HIV terdeteksi, maka makin panjang usia harapan hidup yang dapat diupayakan.