Friday, April 28, 2017

Mencegah Kanker Serviks Sejak Awal Akan Lebih Efektif

Mencegah Kanker Serviks
Kuminhat.com - Mencegah Kanker Serviks Sejak Awal Akan Lebih Efektif - Anda tidak perlu merasakan sulitnya berjuang melawan kanker serviks jika sudah menganali gejala dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Anda perlu mengatahui dengan baik dan bertekad untuk hidup lebih sehat untuk meminimalisasi adanya kemungkinan terserang penyakit kanker serviks. Keterlambatan penanganan memang menjadi penyebab terjadinya kondisi yang lebih parah dan sudah sulit untuk ditolong. Apalagi jika jaringan kankernya sudah menyebar ke organ lainnya.

Tips Mencegah Kanker Serviks Secara Tepat

Ada berbagai cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks ini. Menjadikan hidup yang lebih sehat memang menjadi salah satu langkah paling ampuh. Apalagi karena penyebabnya adalah virus maka yang harus diperkuat adalah sistem imun dan antioksidan di dalam tubuh. Sehingga jika sel kanker tersebut bisa dilawan maka tidak akan terjadi keparahan atau keganasan dari sel yang tumbuh secara abnormal tersebut.
Baca Juga :
Tips untuk mencegah kanker serviks dengan tepat adalah sebagai berikut :
  • Melakukan vaksin HPV akan meminimalisasi adanya kemungkinan 70-80% kanker serviks yang utamanya disebabkan oleh virus tersebut. Vaksin ini memang sebaiknya diberikan sejak dini dan secara rutin. Bisa diberikan pada anak perempuan usia 11 atau 12 tahun dan laki-laki pada usia 9 – 26 tahun
  • Tidak berganti-ganti pasangan untuk berhubungan intim. Maka menjadi pasangan yang setia memang menjadi salah satu langkah tepat untuk meminimalisasi resiko terjadinya kanker serviks
  • Gaya hidup yang lebih sehat pastinya akan membantu untuk membuat sistem imun tubuh menjadi lebih kuat dan menghindarkan dari penyakit-penyakit berat. Bukan hanya pola makan tetapi juga gaya hidup lainnya yang perlu diperhatikan secara tepat
  • Saat sedang haid rajin-rajinlah mengganti pembalut apalagi untuk hari-hari awal karena banyaknya darah yang keluar. Kebiasaan tersebut akan membantu membangun lingkungan yang baik di sekitar leher rahim

Pengobatan yang Bisa Dilakukan Untuk Menyembuhkan Kanker Serviks
Memang sebagai manusia kita masih bisa terus berusaha untuk mencapai kesembuhan dari segala penyakit, begitu juga dengan kanker serviks ini. Ada berbagai upaya yang masih bisa dilakukan secara medis jika memang sudah mulai ada perkembangan sel kanker yang lebih besar. Tindakan medis yang tepat tentunya juga menyesuaikan dengan berbagai kondisi yang dialami pasien.

Berikut beberapa tindakan pengobatan yang dilakukan secara medis dalam mengatasi masalah kanker serviks :
  • Operasi pengangkatan akan menjadi pilihan pertama yang ditawarkan pada anda. Tentu setelah dilakukannya berbagai pertimbangan matang baru operasi ini bisa dijalankan dengan baik, terutama adanya persetujuan dari beberapa pihak
  • Radiopartikel dilakukan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker yang ada. Anda tidak perlu khawatir karena sel yang normal tidak akan terpengaruh dengan adanya tindakan pengobatan ini
  • Radioterapi kanker serviks memang menjadi langkah pengobatan yang dilakukan baik pada stadium awal hingga akhir. Meskipun memang efek sampingnya cukup menyiksa tetapi tentunya dokter sudah mempersiapkan segala yang anda butuhkan dalam proses ini
Tentunya dalam mencegah lebih dini akan lebih menguntungkan bagi anda daripada melakukan tindakan pengobatan yang pastinya selain menimbulkan efek samping tetapi juga biaya yang cukup besar. Sehingga akan lebih baik anda berwaspada sejak dini dan melakukan berbagai tindakan pencegahan semaksimal mungkin. Memastikan segalanya dilakukan dengan baik dan menjaga kebersihan organ vital maka kanker serviks ini bisa dikendalikan dan tidak sampai menimbulkan keganasan yang merugikan bagi diri anda sendiri.

Wednesday, April 26, 2017

Mendeteksi Kanker Serviks Lebih Dini

Mendeteksi Kanker Serviks Lebih Dini
Kuminhat.com - Mendeteksi Kanker Serviks Lebih Dini - Jika anda bisa mengenali lebih dini gejala yang dapat diamati sendiri dari kanker serviks ini maka akan lebih mudah untuk segera mendatangi pihak media dalam melakukan tindakan selanjutnya. Tentu anda harus peka dengan berbagai perubahan atau setiap hal yang terjadi pada diri anda. Terkadnag memangw anita tidak menyadari adanya perubahan atau menganggapnya sebagai hal biasa terjadi tanpa berkeinginan untuk memeriksakannya terlebih dahulu.

Ciri-Ciri Kanker Serviks yang Bisa Dikenali Secara Mandiri

Tentu selama masa infeksi tersebut adanya perubahan kondisi pada leher rahim akan menimbulkan perubahan lain pada diri anda. Memperhatikan setiap perubahan kecil yang terjadi adalah hal yang sangat penting. Dengan mengetahuinya lebih dini maka akan lebih mudah untuk dilakukan tindakan pengobatan karena efeknya belum terlalu besar.
Baca Juga :
Berikut ciri-ciri yang dapat diamati dalam diri jika terkena kanker serviks :
  • Terjadinya flek atau pendarahan di luar siklus mentruasi normal anda, meskipun bisa terjadi karena faktor lain tetapi anda juga harus berhati-hati dengan adanya gejala ini
  • Darah menstruasi jumlahnya lebih banyak daripada biasanya. Jika sudah terjadi selama tiga kali siklus maka anda perlu memeriksakannya ke dokter untuk memastikan
  • Saat melakukan hubungan intim akan terasa nyeri karena adanya eradangan yang disebabkan oleh kanker tersebut
  • Nyeri di sekitar panggul bisa menjadi salah satu gejala adanya peradangan di leher rahim sehingga anda juga perlu memperhatikannya dengan baik
  • Terjadinya keputihan memang hal biasa jika masih normal. Jika anda memperhatikan keputihan yang terjadi sudah abnormal seperti warnanya terlihat aneh, terlalu sering atau bahkan bercampur darah maka bisa jadi salah satu gejala terjadinya kanker serviks
  • Menstruasi terjadi lebih panjang masanya daripada biasanya menjadi pertanda bahwa ada masalah pada bagian rahim sehingga juga mempengaruhi proses pembekuan darahnya
Tahapan Perkembangan Kanker Serviks

Seperti yang sudah banyak diketahui bahwa kanker serviks ini memiliki beberapa tahapan atau dikenal sebagai stadium. Namun apa yang terjadi pada tahapan tersebut mungkin belum banyak orang memahaminya dengan baik. Berikut beberapa tahapan perkembangan kanker serviks yang perlu anda ketahui :
  • IA adalah tahap yang mana kanker masih belum bisa dikenali dengan baik karena perkembangannya masih sangat awal
  • IB sudah mulai ada perkembangan jaringan kanker yang lebih besar dengan ukuran tidak lebih dari 4 cm. Lokasinya juga masih di jaringan serviks belum menyebar
  • Tahap II sudah ada penyebaran jaringan kanker ke area lain di sekitar leher rahim dan terus menginfeksi jaringan di sekitarnya. Tahap ini terbagi menjadi dua yaitu IIA kanker mulai tumbuh di atas vagina serta bisa diatasi dengan operasi pengangkatan jaringan. Pada tahap ini biasanya juga masih dilakukan kemoterapi dan kemoradiasi. Tahap IIB jaringan kanker sudah melebar hingga ke luar leher rahim dan vagina sehingga memiliki resiko besar untuk menyebar ke organ lainnya melalui peredaran darah
Jika anda bisa mengenali sejak awal atau bahkan pada saat gejalanya sudah mulai dirasakan maka tidak perlu sampai merasakan kemoterapi atau kemoradiasi. Pencegahan yang tepat bisa dilakukan jika diketahui sejak dini. Maka dibutuhkan kepekaan dan perhatian penuh terhadap setiap hal yang terjadi pada diri anda. Apalagi untuk beberapa gejala yang mungkin terlihat sebagai sesuatu yang sepele tetapi ternyata berdampak sangat buruk jika diabaikan begitu saja dan bisa mengakibatkan kanker lebih parah.

Saturday, April 22, 2017

Faktor Resiko Kanker Serviks yang Penting Dipahami

Faktor Resiko Kanker Serviks
Kuminhat.com - Faktor Resiko Kanker Serviks - Anda pasti sudah sering mendengar mengenai kanker serviks yang menjadi salah satu penyakit paling mematikan bagi kaum hawa. Dimanapun lokasinya, memang penyakit kanker ini menjadi hal yang sangat menakutkan bagi siapapun. Apalagi dengan gaya hidup saat ini yang kurang sehat menyebabkan resiko terkena kanker juga meningkat. Sehingga anda juga perlu mengenal dengan baik terkait penyakit tersebut.

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Kanker Serviks

Penyakit yang menyerang bagian leher rahim ini penyebab utamanya adalah human papillomavirus (HPV) dan kebanyakan ditularkan melalui hubungan intim yang menjadi penyebab umum terjadinya kanker serviks ini. Beberapa jenis HPV memang mengganggu sel-sel pada leher rahim agar berfungsi secara tidak normal yang akhirnya memicu adanya perkembangan kanker di tempat tersebut.

Hal yang perlu anda perhatikan dengan baik adalah tidak adanya gejala awal yang bisa dirasakan oleh wanita yang terinfeksi virus ini. Dengan adanya kondisi tersebut, kebanyakan wanita yang sudah terinfeksi memang tidak merasakannya dan baru disadari ketika sel kanker sudah mulai berkembang lebih jauh. Tentu hal tersebut sangat berbahaya bagi anda, sehingga adanya screening sedini mungkin bisa menjadi salah satu solusi pencegahan yang tepat.
Baca Juga :
Melakukan screening serviks ini berfungsi untuk memeriksa kesehatan sel-sel yang ada di bagian dinding leher rahim atau jika ada perubahan sel yang tidak normal. Dengan melakukan screening secara tepat maka anda bisa mendeteksi lebih dini jika memang ada sel di leher rahim yang tidak normal dan dapat menimbulkan potensi terjadinya kanker serviks.


Mengetahui Faktor Resiko yang Dapat Menyebabkan Kanker Serviks

Ada berbagai faktor resiko yang memang dapat menyebabkan terjadinya infeksi HPV hingga ke kanker serviks. Anda perlu mengenali beberapa faktor resiko tersebut untuk dapat meminimalisasi adanya semakin besarnya resiko terkena penyakit mematikan ini. Apalagi jika anda tidak memiliki kebiasaan melakukan screening maka ada kemungkinan perkembangan kanker tidak bisa terdeteksi lebih dini.

Berikut beberapa faktor resiko terkait kanker serviks yang perlu anda perhatikan dengan baik :
  • Merokok akan memberikan bahan-bahan kimia ke dalam tubuh yang mengganggu sistem kekebalan. Sehingga anda akan lebih mudah terserang virus yang mengganggu sel-sel di leher rahim.
  • Kurangnya konsumsi buah dan sayur akan meningkatkan resiko kanker karena kurangnya asupan antioksidan yang memang memiliki manfaat penting dalam melawan sel kanker.
  • Sering bergonta-ganti pasangan akan meningkatkan resiko penularan HPV pada leher rahim anda, apalagi resiko ini menjadi penyebab utama terjadinya kanker serviks.
  • Perlu memperhatikan adanya riwayat keluarga karena penyakit ini juga bisa diturunkan secara genetis. Jika anda memiliki resiko besar dari riwayat kesehatan keluarga tersebut maka sebaiknya berhati-hati sedini mungkin.
  • Kehamilan juga bisa menjadi resikonya jika terjadi pada usia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 30 tahun. Sehingga perlu adanya pematangan usia pernikahan dan kehamilan untuk meminimalisasi adanya kemungkinan besar terkena kanker serviks ini
Jika anda memiliki resiko besar untuk terkena kanker serviks ini dengan adanya beberapa faktor resiko tersebut maka harus berhati-hati dan menjaga diri dengan baik. Berbagai langkah pencegahan bisa dilakukan sejak dini untuk memaksimalkan proses preventif tersebut. Tidak ada salahnya and amelakukan screening melalui papsmear tetapi sebaiknya bagi yang sudah menikah saja dan meminta persetujuan suami. Dengan begitu anda akan terhindar dari keparahan adanya infeksi HPV yang menyebabkan kanker.

Friday, February 24, 2017

Pengertian, Gejala, dan Ciri-Ciri Kanker Serviks (Leher Rahim)

pengertian kanker serviks
Kuminhat - Pengertian, Gejala, dan Ciri-Ciri Kanker Serviks (Leher Rahim) - Kanker Serviks (Leher Rahim) merupakan kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim merupakan bagian rahim terbawah peralihan antara V dengan rahim. Wanita berbagai usia memiliki peluang yang sama untuk menderita kanker serviks. Namun, Wanita yang aktif secara seksual memiliki peluang lebih.

Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita.
Baca Juga :
Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk selalu memperhatikan setiap perubahan pada tubuh. Dengan mengenali gejala kanker serviks secepat mungkin, maka Anda akan terdorong untuk segera memeriksakannya. Selanjutnya penanganan yang tepat dan secepatnya akan sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

Berikut adalah Beberapa Ciri-Ciri dan Gejala Kanker Serviks yang harus kamu ketahui. Jadi jika salah satu gejala tersebut muncul. Kamu bisa segera memeriksakannya ke dokter.
  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi. 
  2. Menstruasi lebih panjang dari biasanya. 
  3. Darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. 
  4. Mudah terjadi pendarahan, misalnya setelah berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir. 
  5. Nyeri selama berhubungan seksual. 
  6. Nyeri di sekitar pinggul 
  7. Perdarahan pasca menopause. Artinya menopause sudah terjadi namun tiba-tiba muncul lagi pendarahan. 
  8. Keputihan yang tidak biasa, keluar cairan berlebih, biasanya berwarna merah muda atau berbau busuk. 
  9. Kehilangan nafsu makan Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. 
  10. Kelelahan. 
  11. Mudah sekali merasa lelah atau lemah. 
  12. Sakit punggung. 
  13. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki. 
  14. Keluar cairan urin atau feses dari jalan lahir. 
  15. Mudah mengalami patah tulang. 
  16. Sembelit 
  17. Darah dalam urin Anda (hematuria) 
  18. hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)
gejala-gejala kanker serviks
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kanker serviks.
  • Faktor alamiah adalah faktor-faktor yang secara alami terjadi pada seseorang dan memang kita tidak berdaya untuk mencegahnya. Yang termasuk dalam faktor alamiah pencetus kanker serviks adalah usia diatas 40 tahun. Semakin tua seorang wanita maka makin tinggi risikonya terkena kanker serviks. Tetapi hal ini tidak hanya sekedar orang yang sudah berumur saja, yang berusia muda pun bisa terkena kanker serviks. Akan tetapi kita bisa melakukan upaya-upaya lainnya untuk mencegah meningkatnya risiko kanker serviks.
  • Faktor Kebersihan antara lain Keputihan yang dibiarkan terus menerus tanpa diobati. Penyakit Menular Seksual, dan Membasuh kemaluan dengan air yang tidak bersih, misalnya di toilet-toilet umum yang tidak terawat. Air yang tidak bersih banyak dihuni oleh kuman-kuman
Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun. Sayangnya, Vaksinasi HPV terbilang mahal setidaknya untuk negara berkembang.

Wednesday, August 31, 2016

Pengertian, Gejala, dan Cara Pencegahan HIV AIDS

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau disingkat AIDS merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus .Virus AIDS menyerang sel darah putih khusus yang disebut dengan T-lymphocytes.
HIV AIDS
HIV yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun karena serangan demam yang berulang.

Sistem tahapan infeksi WHO
Pada tahun 1990, World Health Organization (WHO) mengelompokkan berbagai infeksi dan kondisi AIDS dengan memperkenalkan sistem tahapan untuk pasien yang terinfeksi dengan HIV-1. Sistem ini diperbarui pada bulan Septembertahun 2005. Kebanyakan kondisi ini adalah infeksi oportunistik yang dengan mudah ditangani pada orang sehat.
1. Stadium I: infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS
2. Stadium II: termasuk manifestasi membran mukosa kecil dan radang saluran pernapasan atas yang berulang
3. Stadium III: termasuk diare kronik yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari sebulan, infeksi bakteri  parah, dan tuberkulosis.
4. Stadium IV: termasuk toksoplasmosis otak, kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau paru-paru, dan sarkoma kaposi. Semua penyakit ini adalah indikator AIDS.

Sebelum seseorang bisa dikatakan terkena penyakit HIV/AIDS. Ia akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut :

1. Penderita akan mengalami demam tinggi yang berkepanjangan 
2. Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam, Ia akan kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
3. Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab; antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella, Shigella, Listeria,Kampilobakter, dan Escherichia coli), serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis, mikrosporidiosis, Mycobacterium avium complex, dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis).
4. Batuk berekepanjangan
5. Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus), yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Pada individu yang terinfeksi HIV, penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamurkandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo). Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria, meskipun kasusnya langka
6. Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha)
7. Sakit kepala
8. Sulit berkonsentrasi
9. Respon anggota gerak melambat
10. Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki
11. Mengalami tensi darah rendah
12. Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
13. Infeksi jaringan kulit rambut
14. Kulit kering dengan bercak-bercak.

Penularan HIV AIDS adslah :
1. Hubungan seks
2. Transfusi darah
3. Penggunaan jarum bekas penderita (akupuntur, jarum tattoo, harum tindik).
4. Antara ibu dan bayi selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui.

Obat-obatan HIV AIDS :
1. NRTI (nucleoside atau nucleotide reverse transcriptase inhibitor)
2. NNRTI (non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor)
3. PI (protease inhibitor) Fusion Inhibitor

Cara mencegah HIV AIDS adalah dengan ;
1. Hindari seks bebas
2. Jangan berganti-ganti pasangan seksual
3. Gunakan kondom, terutama untuk kelompok perilaku resiko tinggi jangan menjadi donor darah
4. Seorang ibu yang didiagnosa positif HIV sebaiknya jangan hamil.
5. Penggunaan jarum suntik sebaiknya sekali pakai
6. Jauhi narkoba.

Sumber : http://penyakithivaids.com/ dan http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS