Wednesday, August 31, 2016

Pengertian, Gejala, dan Cara Pencegahan HIV AIDS

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau disingkat AIDS merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus .Virus AIDS menyerang sel darah putih khusus yang disebut dengan T-lymphocytes.
HIV AIDS
HIV yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun karena serangan demam yang berulang.

Sistem tahapan infeksi WHO
Pada tahun 1990, World Health Organization (WHO) mengelompokkan berbagai infeksi dan kondisi AIDS dengan memperkenalkan sistem tahapan untuk pasien yang terinfeksi dengan HIV-1. Sistem ini diperbarui pada bulan Septembertahun 2005. Kebanyakan kondisi ini adalah infeksi oportunistik yang dengan mudah ditangani pada orang sehat.
1. Stadium I: infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS
2. Stadium II: termasuk manifestasi membran mukosa kecil dan radang saluran pernapasan atas yang berulang
3. Stadium III: termasuk diare kronik yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari sebulan, infeksi bakteri  parah, dan tuberkulosis.
4. Stadium IV: termasuk toksoplasmosis otak, kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau paru-paru, dan sarkoma kaposi. Semua penyakit ini adalah indikator AIDS.

Sebelum seseorang bisa dikatakan terkena penyakit HIV/AIDS. Ia akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut :

1. Penderita akan mengalami demam tinggi yang berkepanjangan 
2. Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam, Ia akan kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
3. Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab; antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella, Shigella, Listeria,Kampilobakter, dan Escherichia coli), serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis, mikrosporidiosis, Mycobacterium avium complex, dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis).
4. Batuk berekepanjangan
5. Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus), yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Pada individu yang terinfeksi HIV, penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamurkandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo). Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria, meskipun kasusnya langka
6. Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha)
7. Sakit kepala
8. Sulit berkonsentrasi
9. Respon anggota gerak melambat
10. Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki
11. Mengalami tensi darah rendah
12. Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
13. Infeksi jaringan kulit rambut
14. Kulit kering dengan bercak-bercak.

Penularan HIV AIDS adslah :
1. Hubungan seks
2. Transfusi darah
3. Penggunaan jarum bekas penderita (akupuntur, jarum tattoo, harum tindik).
4. Antara ibu dan bayi selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui.

Obat-obatan HIV AIDS :
1. NRTI (nucleoside atau nucleotide reverse transcriptase inhibitor)
2. NNRTI (non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor)
3. PI (protease inhibitor) Fusion Inhibitor

Cara mencegah HIV AIDS adalah dengan ;
1. Hindari seks bebas
2. Jangan berganti-ganti pasangan seksual
3. Gunakan kondom, terutama untuk kelompok perilaku resiko tinggi jangan menjadi donor darah
4. Seorang ibu yang didiagnosa positif HIV sebaiknya jangan hamil.
5. Penggunaan jarum suntik sebaiknya sekali pakai
6. Jauhi narkoba.

Sumber : http://penyakithivaids.com/ dan http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS

Tuesday, January 26, 2016

3 Cara Mudah Diet Semangka untuk Menurunkan Berat Badan

Diet Semangka
Kuminhat.com – Anda ingin mendapatkan tubuh yang ideal dan menjadi idola, pastinya semua orang menginginkan hal tersebut, maka mereka melakukan banyak program diet yang mereka percaya dapat membuat tubuh mereka ideal, cukup banyak program diet dan cara diet yang beredar disekitar kita, kali ini ada salah satu program diet yang dapat melangsingkan tubuh anda dengan berkurang sekitar 2 kg dalam kurun waktu satu minggu.

Diet ini dinamakan diet semangka karena bahan utama yang digunakan untuk melakukan diet ini adalah buah semangka.

Bagi anda yang belum tau semangka adalah buah yang berair yang sangat cocok anda nikmati disaat anda haus dan disaat cuaca sedang panas, disiang hari misalnya.

Akan tetapi ternyata semangka dapat membantu orang yang ingin melakukan penurunan berat badan / diet.

Jika anda ingin melakukan diet menggunakan metode diet semangka, berikut ini cara – cara melakukan diet semangka Diet ini hanya membutuhkan 2 langkah mudah saja.

1. Langkah awal adalah dengan mono diet, yaitu dengan memakan semangka selama tiga hari penuh hanya memakan semangka dan anda tidak boleh memakan atau mengkonsumsi makanan lainnya, hal tersebut dilakukan untuk membuang dan membersihkan semua zat yang tidak berguna yang ada didalam tubuh anda.

2. Langkah kedua adalah Setelah tiga hari mengkonsumsi hanya semangka anda bisa mengkonsumsi makanan lain, dan tetap memakan semangka tetapi hanya sebagai cemilan saja, anda melakukan ini dalam waktu satu hingga dua minggu dan anda akan merasakan hasil dari diet semangka ini.

3. Melakukan diet dengan semangka ini cukup aman dan tidak akan bermasalah dengan pencernaan ataupun masalah kesehatan lainnya, namun jika anda dalam diet semangka ini melakukan olah raga anda hanya dibolehkan melakukan olah raga yang ringan – ringan saja, karena didalam semangka hanya terdapat sedikit kalori yang artinya tenaga dalam tubuh anda akan melemah sementara saat anda melakukan diet semangka.

semoga sukses ya dietnya.

Saturday, November 14, 2015

Inilah 5 Jus Sayuran yang Bisa Untuk Mengobati Penyakit

Jus Sayuran
Kuminhat - Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari minuman jus. Salah satunya adalah bisa untuk mengobati beberapa penyakit. Jus-jus yang bisa dijadikan untuk mengobati beberapa penyakit ini adalah jus sayuran.

Mungkin beberapa dari kalian akan merasa kurang enak saat mendengar jus sayuran. Walaupun begitu, Anda jangan pernah meremehkan kemampuan jus sayuran dalam upaya menyembuhkan penyakit. Sebab dilansir dari boldsky.com, penyakit-penyakit berikut bisa mereda dengan minum jus sayuran.

Berikut Penyakit yang bisa diobati dengan jus sayuran :

1. Jus Wortel Turunkan Kolesterol
Jus Wortel bisa digunakan anda untuk menurunkan kolesterol dalam darah anda. Sebab jus wortel kaya akan kalium dan magnesium yang membantu mengurangi kadar kolesterol darah. Selain itu minum jus wortel secara rutin juga dapat menormalkan tekanan dan kadar gula darah Anda.

2. Jus Bit untuk Asam Urat
Segelas jus bit mampu mengurangi rasa sakit dan meredakan peradangan pada sendi tersebut. Sebab saat kadar asam dalam darah Anda meningkat, akan terjadi pengkristalan dalam sendi yang menyebabkan nyeri dan peradangan.

3. Jus mentimun dan bayam untuk turunkan berat badan
Minum jus sayur yang terbuat dari paduan bayam dan mentimun bisa membantu Anda menurunkan berat badan dengan cepat. Sebab kombinasi dari kedua sayuran ini membantu untuk membakar lemak pada pinggang dan paha. Jika Anda ingin mendapatkan efek yang lebih efektif, lebih baik konsumsi jus ini di pagi hari saat perut kosong.

4. Jus Kubis untuk anti penuaan
Anda bisa mencoba minum jus kubis untuk mencegah penuaan dini. Saat dipadukan dengan paprika, jus ini memiliki manfaat yang lebih efektif untuk membuat kulit Anda segar dan lembut.

5. Jus Kale untuk menguatkan tulang
Anda bisa meminum jus kale untuk membantu menguatkannya dari dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena kale kaya akan zat besi dan vitamin K.

Selain bermanfaat untuk menguatkan tulang, minum jus kale juga mampu meningkatkan sirkulasi darah Anda.

Meskipun bentuknya tidak mengundang selera, namun tak ada salahnya jika Anda mencoba minum jus sayuran untuk menyehatkan tubuh Anda. Pastikan agar Anda selalu menggunakan sayuran segar untuk menambah cita rasa masakan Anda. 

Itulah Jus Sayuran yang bisa digunakan untuk mengobati Penyakit. Terima Kasih

Monday, August 24, 2015

Inilah Makanan-Makanan Pembakar Lemak Terbaik

Makanan pembakar lemak
Kuminhat - Makanan pembakar lemak merupakan jenis-jenis makanan yang dicari oleh orang-orang yang tengah melakukan diet. Dengan menambahkan makanan-makanan ini ke menu makan diet anda, maka diet yang sedang anda jalani bisa menjadi lebih efektif lagi. Menikmati makanan enak dan membakar kalori dalam waktu bersamaan, siapa yang tak ingin?

Lalu apa saja makanan-makanan yang mampu membakar lemak dengan baik. Berikut ini Daftar Makanan Terbaik untuk Membakar Lemak, seperti dikutip dari http://www.health.com :

1. Biji-Bijian
Dengan Makanan dari Biji-bijian Tubuh Anda membakar kalori dua kali lebih banyak dari seluruh makanan ( terutama yang kaya serat seperti oatmeal dan beras merah ) daripada makanan olahan.

2. Daging tanpa lemak
Protein memiliki efek termogenik yang tinggi: Kamu membakar sekitar 30% kalori yang ada pada makanan selama pencernaan (jadi dada ayam sebesar 300 kalori membutuhkan sekitar 90 kalori untuk memecahnya).

3. Produk susu rendah lemak
Susu Rendah lemak kaya akan kalsium dan vitamin D, hal ini membantu menjaga dan membangun massa-otot yang diperlukan untuk menjaga metabolisme yang sehat.

4. Teh hijau
Minum empat cangkir teh hijau sehari dapat membantu menurunkan lebih dari enam pound dalam delapan minggu, laporan dari American Journal of Clinical Nutrition. Kredit untuk EGCG, senyawa dalam minuman yang mempercepat sementara metabolisme setelah meminumnya. Untuk asupan Anda, Simpanlah seteko es teh di lemari es.

5. Kacang
Kenari dan almond adalah adalah bahan makanan yang cocok untuk menghilangkan lemak perut. Penelitian membuktikan bahwa diet yang menyehatkan dengan mengkonsumsi sekitar 75 gram almond setiap hari, memangkas lingkar pinggang hampir 17 cm setelah 24 minggu, sementara mereka yang non pemakan almond, hanya mencapai 12 cm.

6. Makanan pedas
Tak sulit mencari hidangan pedas dalam kuliner Indonesia. Kandungan capcaisin dalam cabai dan lada diketahui akan meningkatkan metabolisme serta membakar lebih banyak kalori. Makanan pedas juga meningkatkan jumlah rata-rata lemak teroksidasi sehingga tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar.

Itulah daftar makanan pembakar lemak. Semoga bermanfaat.

Thursday, April 30, 2015

Kumpulan Cara Lengkap Untuk Deteksi Dini HIV/AIDS

Deteksi Dini HIV
Kuminhat - Pada postingan ini saya akan mencoba membagikan Kumpulan Cara Lengkap Untuk Deteksi Dini HIV/AIDS. Sebelumnya telah dibagikan apa itu HIV, Gejala-gejala HIV, dan Cara Mencegah terkena HIV pada kesempatan ini tidak lupa saya bagikan Bagaimana cara untuk deteksi dini HIV/AIDS. HIV/AIDS sendiri merupakan penyakit yang belum ditemukan obatnya sampai saat ini. Acquired Immunodeficiency Syndrome atau disingkat AIDS merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Jadi kita perlu untuk mengetahui bagaimana cara mendeteksi jika merasa terkena HIV/AIDS.

Deteksi HIV Secara Dini :

Tes HIV sebaiknya dilakukan oleh orang mencurigai dirinya tertular HIV tanpa harus menunggu kemunculan gejala-gejala HIV. Umumnya, virus HIV baru akan terdeteksi dalam tubuh empat minggu setelah terjadi pajanan terhadap virus ini. Tes ini sangat penting karena sebagian pengidap kadang tidak menyadari bahwa di tubuh mereka telah terserang virus HIV.

Daftar Kelompok orang yang dikategorikan berisiko mengidap HIV :
1. Mengidap TB, hepatitis atau penyakit menular seksual seperti herpes, sifilis, klamidia, trikomoniasis, atau gonore.
2. Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
3. Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman seperti kondom dengan orang yang latar belakang seksualnya tidak diketahui dengan pasti.
4. Berhubungan seksual dengan pengguna narkoba.
5. Pernah menyuntikkan obat-obatan atau berbagi alat suntik dengan orang lain.
6. Memiliki ibu yang mengidap HIV.
7. Hamil di luar rencana.
8. Pernah menerima transfusi darah yang kesterilannya diragukan.

Bagaimana Cara Tes Deteksi HIV :

Untuk bisa melakukan Tes Deteksi HIV/AIDS, kita perlu ke rumah sakit atau lembaga memberikan yang memberikan layanan tes HIV.
Paket Tes yang umumnya di berikan adalah :
1. Deteksi infeksi menular seksual (IMS)
2. Konseling sebelum tes HIV
3. Tes HIV
4. dan, Konseling setelah tes HIV.

Terdapat beberapa Jenis Tes Untuk Mendeteksi HIV, antara lain:

1. Tes PCR
Tes reaksi berantai polimerase (PCR) merupakan teknik deteksi berbasis asam nukleat (DNA dan RNA) yang dapat mendeteksi keberadaan materi genetik HIV di dalam tubuh manusia. Tes ini sering pula dikenal sebagai tes beban virus atau tes amplifikasi asam nukleat (HIV NAAT). PCR DNA biasa merupakan metode kualitatif yang hanya bisa mendeteksi ada atau tidaknya DNA virus. Sedangkan, untuk deteksi RNA virus dapat dilakukan dengan metode real-time PCR yang merupakan metode kuantitatif. Deteksi asam nukleat ini dapat mendeteksi keberadaan HIV pada 11-16 hari sejak awal infeksi terjadi. Tes ini biasanya digunakan untuk mendeteksi HIV pada bayi yang baru lahir, namun jarang digunakan pada individu dewasa karena biaya tes PCR yang mahal dan tingkat kesulitan mengelola dan menafsirkan hasil tes ini lebih tinggi bila dibandingkan tes lainnya. Untuk mendeteksi HIV pada orang dewasa, lebih sering digunakan tes antibodi HIV yang murah dan akurat. Seseorang yang terinfeksi HIV akan menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi tersebut.

2. Tes antibodi HIV
Tes antibodi HIV akan mendeteksi antibodi yang terbentuk di darah, saliva (liur), dan urin. Sejak tahun 2002, telah dikembangkan suatu penguji cepat (rapid test) untuk mendeteksi antibodi HIV dari tetesan darah ataupun sampel liur (saliva) manusia. Sampel dari tubuh pasien tersebut akan dicampur dengan larutan tertentu. Kemudian, kepingan alat uji (test strip) dimasukkan dan apabila menunjukkan hasil positif maka akan muncul dua pita berwarna ungu kemerahan. Tingkat akurasi dari alat uji ini mencapai 99.6%, namun semua hasil positif harus dikonfirmasi kembali dengan ELISA. Selain ELISA, tes antibodi HIV lain yang dapat digunakan untuk pemeriksaan lanjut adalah Western blot.

3. dan, Tes antigen HIV.
Tes antigen dapat mendeteksi antigen (protein P24) pada HIV yang memicu respon antibodi. Pada tahap awal infeksi HIV, P24 diproduksi dalam jumlah tinggi dan dapat ditemukan dalam serum darah. Tes antibodi dan tes antigen digunakan secara berkesinambungan untuk memberikan hasil deteksi yang lebih akurat dan lebih awal. Tes ini jarang digunakan sendiri karena sensitivitasnya yang rendah dan hanya bisa bekerja sebelum antibodi terhadap HIV terbentuk.

Jika hasil tes Anda negatif, Anda dapat terus melakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan kondom saat berhubungan seksual dan tidak berbagi alat pribadi seperti jarum suntik. Jika hasil tes Anda positif, Anda dapat segera berkonsultasi untuk mendapatkan terapi yang tepat. Makin cepat HIV terdeteksi, maka makin panjang usia harapan hidup yang dapat diupayakan.